Kamis, 14 April 2011

Tahap-tahap perkembangan ekonomi

Tahap-Tahap Perkembangan Ekonomi

Tahap-tahap perkembangan ekonomi ini dikemukakan oleh 4 ahli walaupun menulis tingkat perkembangan ekonomi yang berbeda-beda tapi nampaknya tingkat perkembangan itu sejalan. Teori ini terutama berasal dari Jerman dan muncul pada abad ke-19 sebagai reaksi terhadap system persaingan di Inggris. Mereka ini menghendaki berkembangnya industry di Jerman. Orang-orang yang mengemukakan teori ini sebenarnya banyak namun hanya diambil dari pendapat 4 ahli,Keempat ahli tersebut antara lain :

  1. Frederich List

Adalah tokoh penganut paham Laissezfaire ia berpendapat bahwa sistem ini menjamin alokasi sumber-sumber secara optimal. Selanjutnya ia berpendapat bahwa perkembangan ekonomi sebenarnya tergantung pada peranan pemerintah dan organisasi swasta. Perkembangan ekonomi hanya terjadi apabila dalam masyarakat terdapat kebebasan dalam organisasi politik dan kebebasan perseorangan. Ia menyusun tahap-tahap perkembangan ekonomi yang dimulai dari fase primitif biadab,berternak,pertanian,kemudian pertanian dan pabrik dan akhirnya pertanian,pabrik dan perdagangan. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

a. Masa berburu dan mengembara

Pada masa ini manusia belum memenuhi kebutuhan hidupnya sangat menggantungkan diri pada perubahan alam dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri

b. Masa berternak dan bertanam

Pada masa ini manusia sudah berpikir untuk hidup menetap sehingga mereka bermata pencaharian bertanam.

c. Masa bertani dan kerajinan

Pada masa ini manusia sudah hidup menetap sambil memelihara tanaman yang mereka tanam,sedangkan kerajinan hanya sebagai usaha sampingan.

d. Masa kerajinan,industri dan perdagangan

Pada masa ini kerajinan bukan lagi sebagai usaha sampingan melainkan sebagai kebutuhan untuk dijual ke pasar,sehingga industry berkembang dari industri kerajinan menjadi industry besar.


Di samping itu pertanian sudah efisien ,sehingga sebagian penduduk dapat dipindah ke sektor industri . Dengan demikian standar hidup penduduk dapat cukup tinggi untuk menampung hasil sektor industri.

Menurut Frederich List,yang terpenting adalah industri (pabrik)untuk perkembangan ekonomi meskipun pada permulaannya diperlukan perlindungan (proteksi). Ia juga berpendapat Negara yang berhawa sedang paling cocok untuk kegiatan industri. Alasannya karena kepadatan penduduknya yang sedang, tetapi merupakan pasar yang cukup luas. Serta sistem pertanian ysng sudah efisien sehingga sebagian penduduk dapat dipindahkan ke sektor industri. Dengan demikian standar hidup penduduk sektor pertanian cukup tinggi, untuk menampung hasil sektor industri. Akhirnya bila suatu negara mempunyai bermacam-macam sumber alam maka hendaknya mengusahakan eksploitasi bahan - bahan mineral.

Menurutnya, yang terpenting adalah perkembangan sektor industri (pabrik) untuk perkembangan ekonomi, meskipun awalnya diperlukan perlindungan yang cukup tinggi.
Sedangkan di daerah tropis paling cocok untuk kegiatan pertanian. Daerah tropis tidak cocok untuk industri, karena umumnya jumlah penduduknya sangat banyak dan sektor pertanian belum begitu efisien serta persediaan sumber alam sangat sedikit.


  1. Bruno Hilderbrand (Th. 1848)

Hilderbrand mengkritik pendapat List, ia lebih condong pada pengalaman yang terdapat di negara Inggris. Perkembangan masyarakat atau ekonomi bukan dilihat dari sifat produksi (List) atau konsumsinya, tetapi pada metode distribusi yang digunakan. Karena itu Hilderbrand mengemukakan adanya 3 sistem distribusi yaitu :

  1. Perekonomian Barter: pertukaran masih bersifat kekeluargaan dengan ruang lingkup sempit .

  2. Perekonomian Uang: ada alat tukar berupa uang yang juga dapat digunakan sebagai tabungan dan investasi

  3. Perekonomian Kredit: pertukaran dengan cara kredit merupakn kemudahan yang diberikan dlam perdagangn. Seseorang dapat memiliki barang yang diinginkannya walaupun belum memiliki uang.

Kelemahan Teori Bruno :

  1. Tidak jelas proses perkembangan dari tahap tertentu ke tahap berikutnya.

  2. Tidak memberi sumbangan yang berarti terhadap peralatan analitis di bidang ilmu ekonomi.

  1. Karl Bucher

Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi dibagi menurut jarak yang ditempuh oleh alat pemuas kebutuhan mulai dari produsen sampai ke konsumen. Menurut Bucher, masyarakat merupakan satu kesatuan rumah tangga, baik sebagai rumah tangga konsumen maupun rumah tangga produsen. Ia membagi pertumbuhan ekonomi atas beberapa tahapan sebagai berikut :

a. Rumah Tangga Tertutup

Ketika manusia baru mengenal bercocok tanam, mulailah mereka meninggalkan kehidupan mengembara dan menetap disuatu tempat secara berkelompok. Segala alat pemuas kebutuhan mereka dihasilkan oleh kelompok masyarakat itu sendiri sehingga pertukaran antar kelompok/desa hampir tidak ada. Contoh rumah tangga tertutup ini masih terdapat di suku terasing di Irian Jaya, Kalimantan, dan suku anak dalam di daerah Jambi.

b. Rumah Tangga Kota

Akibat pertambahan penduduk, lama kelamaan lingkungan desa menjadi semakin luas sehingga memungkinkan timbulnya pembagian pekerjaan dan munculnya pekerja pekerja baru. Hal ini menimbulkan berbagai golongan seperti tukang, pedagang, dan petani.

Golongan di luar petani melepaskan diri dari pertanian dan kemudian dan mereka membangun kota-kota sebagai pusat industri dan perdagangan. Pada awalnya muncul pasar tempat menjual barang-barang hasil pertukaran dan industri. Antara kota dengan desa terjadi pertukaran sehingga terbentuklah suatu kesatuan ekonomi, dimana kota sebagai pusatnya. Tingkatan ini disebut sebagai tata rumah tangga kota.

c. Rumah Tangga Kemasyarakatan

Rumah tangga kota berkembang lebih luas lagi meliputi pertukaran antar berbagai kota dan desa, sehingga terbentuklah tata rumah tangga kemasyarakatan. Barang-barang diproduksi secara besar-besaran dengan mayoritas masyarakat menjadi pekerja dan hanya sebagian kecil saja yang menguasai modal dan alat-alat produksi. Alat-alat pemuas kebutuhan ini semakin beraneka ragam dan dalam jumlah yang semakin banyak. Pada tahapan ini, bermunculan perusahaan-perusahaan besar yang memproduksi barang-barang alat pemuas kebutuhan. Timbulnya rumah tangga kemasyarakatan diawali dengan semakin luasnya daerah kekuasaan tuan tanah yang meliputi kota perdagangan dan desa pertanian lalu diikuti dengan pendirian kerajaan-kerajaan kecil. Akibatnya timbullah keperluan untuk membangun angkatan perang yang memerlukan anggaran tersendiri guna menjaga agar kehidupan perekonomian secara keseluruhan dapat berjalan lancar. Susunan rumah tangga kemasyarakatan ini disebut juga dengan susunan rumah tangga bangsa.

d. Rumah Tangga Dunia

Tingkatan perkembangan ini bukan merupakan pendapat Karl Bucher, tetapi merupakan tingkat perkembangan kehidupan perekonomian yang terjadi dewasa ini. Dengan adanya hubungan perdagangan antar negara dan perkembangan teknologi yang luar biasa dalam berproduksi. Kegiatan perdagangan menjadi lebih mudah dilakukan sehingga timbul suatu tahap perkembangan kehidupan perekonomian dunia.


  1. W.W Rostow

Teori pembangunan menurut rostow, proses pembangunan ekonomi bisa dibedakan dalam 5 tahap,

    a. Mayarakat tradisional

Adalah masyarakat yang fungsi produksinya terbatas yang ditandai oleh cara produksi yang relatif masih primitif, yang didasarkan pada ilmu dan tekhnologi pra-newton dan cara hidup massyarakat yang masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang kurang rasional, tetapi kebiasaan tersebut telah turun-temurun

Ciri:

  • Tingkat produktivitas per pekerja masih rendah

  • Sumberdaya sebagian besar digunakan untuk pertanian

  • Struktur sosial yang hirearki, yaitu mobilitas vertikal anggota masyarakat kemungkinannya sangat kecil.

  • Kegiatan politik terkadang terdapat sentralisasi dalam pemerintahan, namun pusat kekuasaan tetap berada dalam genggaman para tuan tanah yang ada didaerah tersebut.

  • Kebijaksanaan pemerintah pusat selalu dipengaruhi oleh pandangan para tuan tanah.


    b. Tahap prasyarat tinggal landas

Menurut rostow, tahap ini didefinisikan sebagai masa transisi dimana masyarakat mempersiapkan dirinya untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri. Tahap yang diperlukan agar perkembangaan ekonomi dapat lepas landas (take-off). Syarat-syarat untuk lepas landas ada 2 keadaan yang saling mempengaruhi yaitu :
1.Pertumbuhan perlahan - lahan (evolusi) dalam pengetahuan ilmu pengetahuan modern
2.Inovasi-inovasi penemuan daerah baru, dan adanya kehendak untuk menciptakan teknologi baru dalam sektor yang cukup penting . 2
corak dalam tahap ini yaitu,

  1. Tahap yang diilhami negara-negara eropa, asia, timur tengah, dan afrika, dimana tahap ini dicapai dengan perombakan masyarakat yang sudah lama ada.

  2. Tahap kedua dicapai oleh negara yang born free seperti Amerika,kanada,Australia dan Selandia Baru.Born free yaitu, sebuah istilah yang diberikan rostow kepada negar-negara yang mencapai tahap tinggal landas tanpa harus merombak sistemmasyarakat yang tradisional. Hal ini disebabkan oleh sifat dari masyarakat negara-negara yang terdiri dari imigran yang telah mempunyai sifat-sifat yang telah dibutuhkan oleh suatu masyarakat untuk tahap prasyarat tinggal landas.

Masyarakat yang ada pada tahap lepas landas dibutuhkan adanya perubahan yang radikal pada tahap 3 sektor non industry yaitu :

  1. Membangun fasilitas prasarana umum (social overhead capital) terutama di bidang transportasi

  2. Revolusi pertanian di bidang pertanian.

  3. Perluasan impor yang dibiayai dengan perdagangan komditi sumber-sumber alam yang ada.Impor ini juga impor capital.

Dengan adanya 3 sektor tersebut diharapkan industry kecil dapat berkembang. Perkembangan ini terjadi bila masyarakat tradisional mau menggunakan teknologi baru. Pemerintah harus mampu memelihara keamanan yang mendorong munculnya kegiatan-kegiatan modern. Jadi pemerintah harus aktif dan masa lepas landas akan tertunda bila bakat-bakat aministratif yang tidak digunakan secara efisien. Kalau pemerintah belum menaruh banyak perhatian pada 3 sektor pembanguanan tersebut.

Menurut rostow, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, biasanya diawali oleh adanya tingkat tabungan yang tinggi pula, dan dicerminkan oleh kenaikan pendapatan nasional.

    a. Tahap Tinggal Landas

Pada tahap ini terjadi perubahan yang drastis dalam masyarakat seperti revolusi politik, terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi, atau berupa terbukanya pasar-pasar baru. Sebagai akibat dari perubahan-perubahan tersebut secara teratur akan terciptanya inovasi-inovasi dan peningkatan-peningkatan investasi. Investasi yang semakin tinggi akan mempercepat laju pertumbuhan pendapatan nasional dan melebihi tingkat pertumbuhan penduduk. Dengan demikian tingkat pendapatan perkapita semakin besar.

Menurut rostow, negara yang mencapai fase tinggal landas memiliki ciri:

  1. Terjadinya kenaikan investasi produktif dari 5 persen atau kurang, menjadi 10 persen dari produk nasional bersih ( net national product= NNP ).

  2. Berkembangnya satu atau beberapa sektor industri pemimpin (leading sectors) dengan tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi.

  3. Terciptanya suatu kerangka dasar politik, sosial, dan kelembagaan yang bisa menciptakan perkembangan sektor modern dan eksternalitas ekonomi yang bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi terus terjadi.

Dalam menciptakan sektor pemimpin (sektor dominan yang ada dalam suatu negara) ada 4 faktor penting yang harus diperhatikan:

  1. Harus ada kemungkinan untuk perluasan pasar bagi barang-barang yang diproduksi yang mempunyai kemungkina untuk berkembang dengan cepat.

  2. Dalam sektor tersebut harus dikembangkan teknik produksi yang modern dan kapasitas produksi harus bisa diperluas.

  3. Harus tercipta tabungan dalam masyarakat dan para pengusaha harus menanamkan kembali keuntungan untuk membiayai pembangunan sektor pemimpin.

  4. Pembangunan dan transformasi teknologi sektor pemimpin haruslah bisa menciptakan kebutuhan akan adanya perluasan kapasitas dan modernisasi sektor-sektor lain.


    b. Tahap Menuju Kedewasaan

Pada tahap ini menurut rostow, masyarakat sudah secara efektif menggunakan tehnologi modern pada hampir semua kegiatan produksi. Pada tahap ini, sektor-sektor pemimpin baru akan muncul menggantikan sektor-sektor pemimpin yang lamayang akan mengalami kemunduran. Sektor-sektor pemimpin baru ini coraknya ditentukan oleh kekayaan alam, perkembangan tehnologi, sifat-sifat dari tahap lepas landas yang terjadi, dan juga oleh kebijaksanaan pemerintah.

Selanjutnya rostow mengemukakan pula karakteristik non-ekonomis dari masyarakat yang telah mencapai tahap menuju ke kedewasaan sebagai berikut:

  1. Struktur dan keahlian tenaga kerja mengalami perubahan. Peranan sektor industri semakin penting, sedangkan sektor pertanian menurun.

  2. Sifat kepemimpinan dalam perusahaan mengalami perubahan. Peranan manajer profesional semakin penting dan menggantikan kedudukan pengusaha-pemilik.

  3. Kritik-kritik terhadap industrialisasi mulai muncul sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap dampak industrialisasi.

              b. Tahap Konsumsi tinggi

Merupakan tahap terakhir dari teori pembangunan ekonomi rostow. Pada tahap ini perhatian masyarakat telah lenih menekankan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan konsumsi dan kesejahteraan masyarakat bukan lagi kepada masalah produksi.

  1. macam tujuan masyarakat tahap konsumsi tinggi:

  1. Memperbesar kekuasaan dan pengaruh keluar negeri dan kecenderungan ini bisa berakhir pada penjajahan terhadap bangsa lain.

  2. Menciptakan negara kesejahteraan (welfare state) dengan cara mengusahakan terciptanya pembagian pendapatan yang lebih merata melalui sistem pajak yang lebih progresif.

  3. Menigkatkan konsumsi masyarakat melebihi kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) menjadi meliputi pula barang-barang konsumsi tahan lama dan barang-barang mewah

Menurut sejarah, Amerika serikat adalah negara pertama yang mencapai tahap konsumsi tinggi ini yaitu pada tahun 1920, diikuti Inggris pada tahun 1930, jepang, dan eropa barat lainnya pada sekitar tahun 1950-an, dan rusia setelah kematian stalin.

Sesudah tahap high mass consumption akan terdapat persoalan yang timbulnya saat menurunnya kegunaan marginal (marginal utility) dalam pandapatan riil. Tahapan pertumbuhan ini sebenarnya berawal dari keadaan dinamis dari permintaan, penawaran dan pola produksinya.
Menurut Kaum Klasik, teori produksi berdasarkan anggapan atas hal lain yang tidak berubah. Teori Klasik juga mengakui adanya perubahan, tetapi perubahan tersebut hanya terjadi bila faktor yang penting dalam pertumbuahn ekonomi berubah. Sedangkan menurut kaum Modern, teori produksi harus didasarkan pada variable - variabel yang dinamis yaitu jumlah penduduk, teknologi dan kewiraswastaan.
Teori produksi yang dinamis menekankan tidak hanya pada pembagian pendapatan diantara konsumsi, tabungan dan investasi serta imbangan antara konsumsi tabungan dan investasi serta imbangan antara barang - barang konsumsi dan capital, tetapi juga menitikberatkan atau memusatkan langsung pada komposisi invested maupun pada perkembangan sector - sektor tertentu dalam suatu perekonomian.
Adanya kemungkinan untuk menentukan posisi keseimbangan, tidak hanya untuk produksi, investasi dan konsumsi sebagai keseluruhan, tapi untuk pada setiap sektor dalam perekonomian. Sedangkan kekuatan yang menentukan jumlah output yang optimum dari berbagai sektor dapat diketahui dari sektor permintaan (tingkat pendapatan, penduduk, dan selera), dari segi penawaran (tingkat teknologi dan kualitas wiraswasta) dimana yang terakhir menentukan tingkat teknologi yang ada dan inovasi yang secara potensial menguntungkan. Maka diperlukan suatu hipotesis mengenai tingkat optimum dari sektor tertentu baik dari sudut penawaran maupun sudut permintaan. Dengan demikian dapat diketahui keseimbangan pada berbagai sektor dalam perekonomian. Kenyataannya tidak mudah untuk menentukan tingkat optimum tersebut. Disebabkan gangguan karena tidak sempurnanya proses investasi perseorangan, dan oleh perubahan dalam politik pemerintah. Setiap saat, tingkat pertumbuhan sektor ekonomi sangat berbeda. Kemungkinan sektor utama yang mengalami perkembangan yang pesat mempunyai peranan langsung serta tidak langsung terhadap perkembangan ekonomi seluruhnya. Jadi sektor itu cenderung berkembang dengan pesat pada permulaannya, yang nantinya akan menunjukkan adanya tahap-tahap perkembangan lebih lanjut. Tahap pertumbuhan tidak dapat dipisahkan dari adanya kekuatan permintaan, sebab tahap perkembangan yang pesat dalam sektor tertentu tidak saja tercermin dari segi produksi, tetapi juga dari harga yang tinggi atau tingkat pendapatan yang tinggi. Sektor yang mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi tidak saja ditentukan oleh perubahan dalam tingkat teknologi dan kemauan para wiraswasta untuk menerima inovasi yang ada, juga ditentukan sebagian oleh kekuatan permintaan dalam hubungannya dengan
Penggunaan sumber alam yang tersedia tidak ditentukan oleh pihak perseorangan, tetapi kebutuhan sosial yang dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah. Karena kebutuhan sosial itu mempengaruhi pasar bagi sumber produksi Faktor - faktor nonekonomi mempunyai pengaruh besar dalam menentukan tujuan-tujuan sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Irawan,M.Suparmoko.1992.Ekonomika Pembangunan.Yogyakarta:BPFE.

Arsyad,Lincolin.1999.Ekonomi Pembangunan.Yogyakarta: STIE YKPN.

Prayitno,Hadi.1986.Pengantar Ekonomi Pembangunan edisi I.Yogyakarta:BPFE.

http://ephastikoz.blogspot.com/2010/03/ekonomi-pembangunan_4953.html

http://deni-deniaja.blogspot.com/2009/11/teori-pertumbuhan-ekonomi-karl-bucher.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar